Kegiatan


Perangi Radikalisme, FKPT DIY Ajak Milenial Lomba Video Pendek

BANTUL, iNews.id – Wakil Bupati (Wabup) Bantul Abdul Halim Muslich mengajak masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme dan terorisme. Paham radikalisme kerap masuk melalui cara-cara yang benar. Namun secara perlahan akan disuntikkan paham radikalisme yang kerap menggunakan ajaran agama.

“Ini (paham radikalisme) harus diwaspadai. Karena bisa saja awalnya mengajak salat tertib, puasa dan ibadah lain. Begitu sudah terpikat akan dimasuki ajaran radikalisme,” kata Wabup saat pembukaan lomba video pendek dan diskusi film Satu Indonesia yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY di Hotel Ros-In Yogyakarta, Kamis (21/3/2019). 

Menurut Wabup, upaya mendoktrinasi kerap dilakukan dengan berdalih agama. Mereka akan mengajak masyarakat untuk melakukan peribadatan. Setelah doktrin masuk, para korban akan berani menganggap orang lain musuh karena berbeda pandangan.

Tidak hanya benci, namun bisa mengancam untuk melakukan pembunuhan. “Semua lewat suntikan halus disemai dan dianggap kekerasan yang dilakukan sebagai jihad fisabilillah,” kata Halim. 

Sesuai dengan Alquran dan hadis, kata Abdul Halim, Tuhan menakdirkan umat berbeda-beda. Baik agama, suku, keyakinan hingga cara peribadatan.

Hal ini mestinya bisa saling meghargai dan menghormati. Perbedaan harus dimaknaia sebagai rahmatan lil ‘alamin. “Saya rasa ini ini cukup bagus, penanggulangan teroris menggandeng milenial dengan lomba film pendek,” katanya.

Ketua FKPT DIY Mukhtasar Syamsuddin mengungkapkan, FKPT merupakan organisasi yang sifatnya pencegahan. Jadi lembaga ini bukan lembaga penanggulangan terorisme. Namun kegiatan yang sifatnya mengajak agar tidak terjadi upaya upaya radikalisasi di DIY.

Upaya yang dilakukan dengan mengedukasi melalui lomba video pendek dengan tema “Satu Indonesia” ini menjadi cara efektif mengajak generasi milenial untuk peka dengan lingkungan dan memberikan pesan humanis bagi masyarakat.

“Ini sudah ketiga kalinya digelar dan luar biasa dampak maupun kualitas generasi muda dalam memberikan pesan-pesan moral untuk anti radikalisme dan terorisme,” katanya.

Kepala Seksi Pengawasan Barang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Faizal Zan Aulia mengatakan, gaya penanggulangan terorisme untuk generasi muda memang dilakukan tidak biasa lantaran saat ini memberikan sosialisasi terhadap generasi muda tidak bisa dilakukan dengan cara-cara formal.

“Kalau generasi milenial disodori hal hal yang serius tidak akan kena, sukanya teknologi, dibuat nonformal dan tidak saklek. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pencegahan radikalisme dan terorisme bisa lebih efisien,” katanya.

 

Editor : Kastolani Marzuki