Kegiatan


Kuasai Tafsir Jalalain, bukan Jalan Lain!

Pandeglang, FKPT Center - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, KH. Amas Tadjuddin, menegaskan pentingnya setiap guru memiliki pemahaman agama yang moderat. Salah satu tips diberikannya, yaitu menguasai tafsir jalalain, bukan jalan lain.

Anjuran bernada joke tersebut disampaikan Amas saat menjadi pemateri di kegiatan dialog Internalissasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah untuk Menumbuhkan Moderasi Beragama, yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT Banten di Kabupaten Pandeglang, Kamis (6/8/2020).

"Jika belajar agama belajarlah dari sumber yang memiliki sanad jelas. Kuasai tafsir jalalain, jangan tafsir jalan lain yang dipelajari," ujar Amas disambut tawa peserta.

Merujuk dari laman Wikipedia, jalalain merupakan kitab yang membahas tafsir ayat-ayat al-Quran yang menjadi rujukan pembelajaran di berbagai pondok pesantren. Dinamakan jalalain karena dikarang oleh 2 ulama kenamaan, yaitu Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi.

"Apa itu tafsir jalan lain? Itulah tafsir yang dibuat semaunya sendiri untuk mendukung kepentingan penyebarluasan ideologi radikal," tambah Amas.

Dalam paparannya Amas juga mendorong guru agama untuk mampu memberikan pemahaman yang baik tentang ajaran agama ke anak didik sejak dini. Kekeliruan dalam memahami agama disebutnya akan mendorong munculnya radikalisme beragama, yang pada ujungnya menjadi pemantik aksi terorisme.

"Orang yang salah dalam memahami agama sedikit-sedikit membid'ahkan, memahami jihad dalam artian bunuh diri, meledakkan bom, menganggap pemerintah thogut dan ingin menegakkan khilafah, dan merasa paling benar sendiri," jelas Amas.

Pemateri dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), Rifa'i, di kesempatan yang sama mengingatkan para guru untuk tak surut semangat dalam menggelar pembelajaran, meskipun pandemi Covid-19 tengah mendera Indonesia. Menurutnya, kemajuan teknologi telah sangat mendukung untuk dilaksanakannya pembelajaran secara online.

"Kemasan materi pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin agar anak didik tetap semangat, misalkan sisipkan audio visual dan gambar-gambar yang relefan," kata Rifa'i. [shk/shk]